Ciptakan Lingkungan Aman, KPAI Perkuat Pencegahan Ekstremisme Melalui Sosialisasi dan Bimbingan Konseling

KPAI Perkuat pencegahan Ekstremisme di sekolah. Sumber. cirebon.pikiran-rakyat.com


Dalam upaya mencegah berkembangnya paham ekstremisme di lingkungan pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjalin kerja sama dengan pihak sekolah untuk memperkuat pencegahan terhadap ekstremisme, kekerasan dini, dan perundungan. Fenomena ekstremisme di sekolah tidak hanya mengancam rasa aman dan nyaman dalam proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial di masa depan apabila tidak segera diantisipasi sejak dini.

Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPSI), jurusan Psikologi semester tujuh, Ratu Tazkiyatun Nupus mengungkapkan, pencegahan ekstremisme dini di lingkungan sekolah menjadi wujud nyata kepedulian KPAI terhadap generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Upaya ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan sikap kritis sejak dini agar siswa mampu membedakan pengaruh negatif yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Melalui sosialisasi yang dilakukan di sekolah, baik dengan media poster, penyuluhan langsung, maupun bimbingan rutin dari guru bimbingan konseling, potensi berkembangnya ekstremisme dapat ditekan secara efektif. Langkah ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, serta membentuk karakter siswa yang tangguh dan berwawasan kebangsaan,” ungkapnya. 

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos) semester tiga, Revika Fauziah Az Zahra menyampaikan, peran orang tua di rumah menjadi salah satu faktor utama dalam pencegahan ekstremisme sejak dini. Selain perhatian dari pihak sekolah, keluarga merupakan pondasi awal dalam membentuk mental, kepercayaan diri, serta rasa aman bagi anak. Lingkungan keluarga yang hangat dan terbuka dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah penyebaran paham yang menyimpang.

“Penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pencegahan yang menyeluruh. Dengan komunikasi yang intens dan dukungan emosional dari kedua lingkungan tersebut, upaya menekan potensi ekstremisme dapat berjalan lebih efektif, sekaligus membentuk generasi muda yang kritis, toleran, dan berkarakter kuat,” ujarnya.

(Yuzka Al-Mala)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *