
Menlu ajak kreator Indonesia tidak berpaku pada konten global. sumber. kompas.com
Pada Kamis (22/10), Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha Nasir menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada konsumsi konten global. Kreator Indonesia harus mengambil peran aktif dalam menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif digital dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Ilmu Perpustakaan (Ilpus), semester tujuh, Fadel Rachman mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi kreator lokal adalah kurang diminati isi kontennya dan lemahnya personal branding.
“Meski begitu, kreator Indonesia masih bisa bersaing di kancah Internasional. Misalnya, kalau di musik ada Reality Club yang bisa ke luar negeri, di gamers ada Windah Basudara, film Agak Laen, dan lain-lain,”ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester tiga, Vikry Andreansyah Lodha menuturkan, konten buatan kreator lokal lebih dipilih untuk ditonton, ketimbang kreator luar negeri karena jarang mengikuti dan kurang mengenali pembuat konten global.
“Selain itu, konten kreator lokal bahasanya mudah dimengerti dibanding konten kreator luar karena kita pakai bahasa Indonesia. Biasanya, sebagai penonton kita lebih tau feel dan isi videonya ketika nonton konten kreator lokal,” tuturnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)






