
Berlangsungnya teklap yang dilakukan KBM UIN Jakarta, menyuarakan kesejahteraan. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Senin (19/10), Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Islam Negeri (KBM UIN) Jakarta menyerukan konsolidasi nasional dan teknik lapangan (Teklap). Dengan tajuk “Penguasa Subur Indonesia Mundur”, konsolidasi bertujuan sebagai bentuk menyikapi situasi nasional dan memetakan bersama arah negara.
Perwakilan KBM UIN Jakarta, Muhammad Rafi Anandia menjelaskan, persoalan negara selama dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dinilai semakin menumpuk. Sehingga, mahasiswa merasa perlu menyatukan suara dengan melihat kondisi nyata dan mempersiapkan aksi solidaritas bersama masyarakat.
“Dengan membaca dan menganalisis kendala yang terjadi, kami melihat penyelesaian dari pemerintah masih jauh dari dasar masalah. Hal ini membuat mahasiswa berempati dan menentukan beberapa tuntutan untuk disuarakan. Namun, jika tuntutan tidak direspon, kami akan lawan dengan pergerakan yang lebih besar,” jelasnya
Salah satu peserta konsolidasi, Sultan Zakaria Maulana mengungkapkan, sebagai mahasiswa tentunya ada banyak keresahan yang ingin disampaikan melalui aksi konsolidasi ini. Gugatan yang dicantumkan mengenai isu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sangat penting untuk dibahas karena kondisinya menyangkut kesejahteraan masyarakat.
“Sehingga ketika melihat kondisi Indonesia sekarang, saya merasa cukup prihatin dan marah pada pemerintah. Harapan nya dengan suara mahasiswa, pemerintah bisa membenahi masalah yang ada dengan baik,” ungkapnya
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)






