
Foto bersama pemateri dan peserta usai pelatihan menulis cerpen. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Senin (12/10), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut, menggelar pelatihan menulis cerita pendek (Cerpen) di aula Student Center (SC). Dengan tajuk “Bersuara Lewat Sastra, Dari Kata Turun ke Karya”, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan minat menulis dikalangan mahasiswa.
Ketua pelaksana (Ketuplak) pelatihan menulis, Rifki Kurniawan menjelaskan, antusiasme kegiatan menulis saat ini cukup menurun. Sehingga LPM Institut ingin menghidupkan kembali budaya menulis, agar sastra menjadi media untuk bersuara.
“Bersuara tidak hanya dari tulisan jurnalistik, namun juga melalui cerpen. Maka, kami mengambil media cerpen, karena lebih netral. Selain itu, mahasiswa dapat mengkritisi sebuah kebijakan secara lebih dekat dengan pembaca,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan menulis, Binar Idris mengungkapkan, ketertarikan pada kegiatan membaca dan bernarasi pendek membuatnya mengikuti pelatihan ini. Sebab cerpen dapat membuat tema-tema rumit jadi mengalir untuk dimengerti.
“Bahasa yang digunakan cerpen biasanya lebih sederhana, sehingga bagi orang yang memiliki hobi membaca, pelatihan ini sangat relevan dan penting. Di zaman serba digital, menulis bisa menjadi wadah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu,” ungkapnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)






