
Band asal Bandung, Juicy Luicy yang sedang ramai diperbincangkan. sumber. instagram@juicyluicyband
Balamuda, akhir-akhir ini, grup musik Juicy Luicy menjadi sorotan setelah polemik pembatalan penampilan mereka dalam acara XYZ Liveground di Batam pada (5/9) berdampak pada sejumlah agenda berikutnya. Persoalan ini dikaitkan dengan kelebihan bagasi, tetapi kemudian berkembang menjadi perdebatan antara pihak band, penyelenggara, dan publik di media sosial.
Menurut pihak penyelenggara, berbagai kebutuhan penampilan Juicy Luicy di Batam telah dipersiapkan, termasuk honor, tiket pesawat, hotel, dan fasilitas lain. Penyelenggara juga menyatakan telah menawarkan penggantian biaya kelebihan bagasi. Namun, pihak Juicy Luicy menyebut persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan bagasi, melainkan juga adanya kewajiban penyelenggara yang belum diselesaikan.
Polemik semakin ramai setelah vokalis Juicy Luicy, Uan Kaisar, sempat melakukan siaran langsung sebelum akun Instagram pribadinya tidak dapat diakses untuk sementara waktu. Nah, kondisi ini kemudian memunculkan berbagai spekulasi dari warganet. Pihak band juga menyampaikan adanya komentar bernada kebencian dan teror setelah isunya ramai diperbincangkan. Juicy Luicy kemudian menyatakan rencana menyumbangkan pembayaran yang mereka terima dari penampilan di Batam.
Dampak kontroversi mulai terlihat dalam sejumlah agenda Juicy Luicy, Balamuda. Dalam sebuah acara di Bekasi, muncul candaan dengan istilah “Juicy Bagasi” yang berkaitan dengan isu tersebut. Selain itu, beredar video mengenai respons penonton di Sukabumi. Namun, hubungan video yang beredar dengan kontroversi Juicy Luicy belum dapat dipastikan, sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran band.
Sejumlah acara juga mengambil keputusan untuk tidak lagi menampilkan Juicy Luicy. Syalala Land Cirebon dan Purwokerto mencoret nama mereka dari daftar pengisi acara setelah melakukan evaluasi. Hal serupa terjadi pada agenda MotoGP Mandalika 2026 yang tidak lagi mencantumkan Juicy Luicy dan menggantinya dengan grup musik Ungu. Meski demikian, kontroversi tidak menghentikan seluruh aktivitas musik mereka.
Pada (25/9), Juicy Luicy masih tampil di festival Pestapora 2026. Hal ini menunjukkan bahwa dampak polemik terlihat pada sejumlah acara tertentu, bukan berarti seluruh agenda musik Juicy Luicy berhenti. Kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat memperluas persoalan dalam waktu singkat. Sehingga, Balamuda, polemik Juicy Luicy perlu dilihat berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan band, penyelenggara, dan informasi yang beredar di media sosial perlu dibedakan antara fakta yang telah dikonfirmasi dengan klaim atau spekulasi.
(Music Department didukung oleh News Department)





