
Berlangsungnya pemaparan materi dalam acara ISGS. Sumber. Dok. Pribadi
Dalam tantangan pendidikan nasional, Ruang Publik Politik (RUBLIKPOL) menggelar Indonesian Smart Generation Summit (ISGS), bertajuk “Pendidikan dalam Persimpangan: Menjaga Anggaran dan Kebebasan Akademik Menuju Indonesia Emas 2045” di auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pada Kamis (25/6), ISGS hadir sebagai wadah inklusif untuk mengartikulasikan aspirasi dan gagasan kritis reformasi sistem pendidikan Indonesia.
Ketua pelaksana ISGS, Muhammad Farid menjelaskan, penyelenggaraan ISGS berlandaskan dari momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai upaya memantik kesadaran kolektif mahasiswa terhadap urgensi pendidikan.
“Kami berharap forum ini dapat bertransformasi menjadi ruang dialektika, di mana mahasiswa tidak sekadar hadir, namun berani mengambil peran memiliki pemahaman yang kritis dalam menyuarakan aspirasi guna perbaikan kualitas sistem pendidikan Indonesia,” jelasnya.
Salah satu peserta ISGS, Muhammad Raihan Habibi menyatakan, isu komersialisasi pendidikan menjadi topik yang paling disorot, karena dampak jangka panjangnya terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan Indonesia.
“Saya sangat berharap forum seperti ini dapat terus diselenggarakan secara rutin, agar segala kegelisahan dan aspirasi masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat diakomodasi langsung oleh pemangku kebijakan agar tidak ada lagi ketimpangan akses yang menghambat cita-cita bangsa,” katanya.
(Selgy Deswita Isnaini)





