Mendagri Tekankan Soft Approuch, Cegah Radikalisme di Medsos

Tito Karnavian dorong penguatan soft approach cegah ekstremisme. sumber. kemendagri.co


Upaya membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme di ruang siber, Menteri Dalam Negeri (MENDAGRI), Muhammad Tito Karnavian, mendorong penerapan pendekatan persuasif (soft approach). Pada Senin (18/5), langkah tersebut ditegaskan sebagai strategi memutus rantai doktrinasi ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme, sebab platform digital menjadi yang paling rentan memapar kalangan milenial serta gen-z.  

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Tata Negara (HTN), semester empat, Daffa Dzaki Fath Arifin menjelaskan, di tengah cepatnya arus informasi digital, akademisi dan mahasiswa dituntut mengasah nalar kritis melalui penguatan literasi digital, sekaligus menggeser pola penanganan radikalisme.

​”Kita tidak bisa lagi sekadar membatasi akses internet tanpa memberikan pemahaman yang matang kepada pengguna, maka ruang-ruang diskusi ilmiah dan dialog terbuka yang sehat harus lebih banyak dihidupkan di tengah masyarakat,” jelasnya.

​Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester empat, Gelsano Zevan Anargya menyatakan, perguruan tinggi memegang tanggung jawab moral sebagai benteng mengantisipasi infiltrasi ideologi radikal. Sehingga, internalisasi nilai moderasi harus diwujudkan melalui penciptaan akademik.

​”Kampus perlu rutin menyelenggarakan seminar internasional maupun lokakarya literasi digital berbasis media kreatif, sehingga kita dapat menciptakan ekosistem lingkungan perkuliahan yang aman, toleran, dan bebas dari paparan ekstremisme,” katanya.

(Muhammad Hasbi Mukhtar)

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *