Dorong Hirilisasi Pertanian, Mentan Perkuat Pengawasan Inovasi

Mentan RI, tekankan hirilisasi pertanian dengan banyak universitas. sumber. bloombergtechnoz.co


Menteri Pertanian Republik Indonesia (MENTAN RI), Andi Amran Sulaiman, mendorong peran universitas sebagai penggerak inovasi. Dalam arahannya, mahasiswa harus menjadi jembatan antara hasil riset akademis dengan kebutuhan nyata di lapangan untuk menciptakan nilai tambah produk lokal. Sehingga, membuka ruang generasi muda untuk menggerakkan ekonomi desa tetap terjaga, melalui teknologi dan hilirisasi yang berkelanjutan.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester delapan, Najwa Malikah menyatakan, kontribusi pemikiran serta hasil riset memegang peranan, dalam mendukung keberhasilan program hilirisasi pertanian. Sinergi antara akademisi dan sektor agraria ialah kebutuhan untuk memodernisasi tata kelola pangan.

“Keterlibatan mahasiswa dalam hilirisasi pertanian, adalah kunci untuk memutus rantai kendala di lapangan. Kami dapat mengembangkan solusi aplikatif yang mampu meningkatkan daya saing, serta nilai jual komoditas yang dihasilkan oleh para petani lokal,” katanya.

​Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis, semester empat, Aditia Hermawan menuturkan, adanya hambatan signifikan dalam mengimplementasikan inovasi teknologi, karena kuatnya ketergantungan petani pada metode konvensional. Maka, tanpa pengawasan dan edukasi yang intensif, transformasi pertanian akan sulit tercapai secara merata.

“Fakta di lapangan menunjukkan, menyosialisasikan inovasi tidaklah mudah karena mayoritas petani masih merasa nyaman dengan cara tradisional. Perlunya pendampingan, serta pengawasan agar pembaruan teknologi bisa maksimal untuk kesejahteraan mereka,” tuturnya.

(Jiddan Akrom Ramadhan)

Jiddan Akrom Ramadhan
Jiddan Akrom Ramadhan
Articles: 24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *