
Potret pemudik jelang lebaran di Terminal Kampung Rambutan Sumber.detik.com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pramono Anung resmi membuka pendaftaran program Mudik Gratis Lebaran 2026. Memfasilitasi lonjakan pemudik, program tersebut menyediakan kuota perjalanan ke 20 rute kota dan kabupaten. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring, melalui kanal resmi yang disediakan sebagai langkah antisipasi penumpukan penumpang selama mudik Lebaran tahun ini.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), semester delapan, Khalifah Nurul Hikmah menuturkan, anggaran untuk program mudik gratis dapat dialokasikan pada sektor yang lebih krusial, seperti pemerataan dana pendidikan. Sebab khawatir membludaknya jumlah peserta, memicu kontraproduktif terhadap kenyamanan warga.
“Anggaran program ini akan lebih baik jika dialihkan ke hal yang lebih mendesak, seperti dana pendidikan yang belum merata. Selain itu, operasionalnya khawatir diluar dari ekspektasi mengingat banyaknya jumlah pemudik yang ikut,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Muhammad Haikal Sakarian menjelaskan, tingginya biaya transportasi seringkali menjadi penghambat utama untuk pulang kampung. Maka, program tersebut menjadi solusi meringankan beban ekonomi warga, khususnya bagi kalangan mahasiswa perantau untuk biaya tiket.
“Pengaruh biaya transportasi terhadap keputusan mudik cukup besar, sehingga akan memudahkan masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya kesempatan mudik gratis, masyarakat berharap agenda serupa dapat diberlakukan setiap tahunnya,” jelasnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)








