Digitalisasi Bantuan Sosial, Timbul Tantangan Literasi dan Resiko Kesenjangan Akses

Meutya Hafid menyampaikan integrasi digitalisasi seluruh program pemerintah Sumber.sinarfakta.com


Menteri Komunikasi dan Digital (MenKomdigi), Meutya Hafid menggelar pertemuan strategis bersama Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin),  Budiman Sudjatmiko. Membahas dan menyepakati integrasi digitalisasi, pada seluruh program pemerintah. Bertujuan sebagai instrumen utama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan nasional, serta memastikan sistem penyaluran berbagai bantuan sosial menjadi lebih transparan dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tujuh, Kaysa Alfi Muhtaz menjelaskan, keterbatasan perangkat di kalangan warga kelas bawah akan beresiko. Hal tersebut dapat mengubah program digitalisasi, menjadi pemicu kesenjangan sosial yang lebih meluas.

“Program digitalisasi saat ini, masih sulit diakses secara merata karena keterbatasan kepemilikan perangkat. Pada akhirnya, khawatir akan menciptakan jarak yang semakin kontras antara kelompok masyarakat mampu dan kurang mampu,” jelasnya.

​Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Biologi, semester empat, Mohammad Yoggi Sandhy Razak menuturkan, keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping literasi sangat krusial. Hal tersebut diyakini, untuk membangun kepercayaan masyarakat kurang mampu terhadap adopsi teknologi.

“Kehadiran mahasiswa yang memiliki pemahaman mumpuni berfungsi sebagai jembatan melalui pendampingan langsung. Sehingga, masyarakat merasa lebih aman dan percaya dalam menggunakan teknologi digital,” tuturnya.

(Selgy Deswita Isnaini)

Selgy Deswita Isnaini
Selgy Deswita Isnaini
Articles: 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *