Lindungi Generasi Muda, BNN Perkuat Pengawasan Edukasi Zat Kimia 

Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan dampak penyalahgunaan gas tertawa Sumber.ntvnews.id


Badan Narkotika Nasional (BNN), resmi memberi peringatan terkait tren penyalahgunaan gas dinitrogen monoksida. Zat yang seharusnya terbatas untuk keperluan medis, sebagai anestesi serta industri kuliner, kini banyak disalahgunakan. Maka, pengawasan diperketat agar dapat memicu gangguan pernapasan berat, hingga kerusakan saraf permanen bagi penggunanya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Jurusan Farmasi, semester tujuh, Nur Afiyah menuturkan, pentingnya edukasi preventif di lingkungan kampus. Hal tersebut dilakukan untuk membentengi mahasiswa dari dampak jangka panjang, penyalahgunaan gas dinitrogen monoksida yang dapat menyasar siapa saja. 

“Lingkungan kampus yang sehat, menjadi salah satu upaya menciptakan pergaulan yang sehat. Sehingga, mahasiswa memiliki kesadaran penuh untuk menjaga kesehatan diri sendiri yang tidak akan merugikan orang lain,” tuturnya. 

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), Jurusan Pendidikan Kedokteran, semester tiga, Nadine Taaj Ghinadine As Shaafy menjelaskan, media sosial sering kali menjadi pemicu utama mahasiswa, tertarik mencoba zat tersebut. Tanpa memahami resiko medisnya, masih banyak bahan kimia lain yang lebih berbahaya, jika dibandingkan secara klinis. 

“Peran media sosial memengaruhi mahasiswa, untuk mencoba gas tersebut. Dalam hal ini, membuat mereka mencicipi tanpa mengetahui resiko jangka panjangnya. Maka, perlunya kesadaran lebih lanjut dalam menghadapi lingkungan yang tidak baik,” jelasnya. 

(Selgy Deswita Isnaini) 

Selgy Deswita Isnaini
Selgy Deswita Isnaini
Articles: 25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *