Bangun Budaya Literasi Sejak Dini, Perpusnas Dorong Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz luncurkan Program Bakti Perpusnas. Sumber. rm.id

Program Bakti Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus diperkuat untuk menumbuhkan budaya baca sebagai langkah menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui program peningkatan literasi ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilibatkan turun langsung ke tengah masyarakat guna melakukan sosialisasi dan edukasi literasi secara berkelanjutan.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Jurusan Sistem Informasi (SI), Semester Tujuh, Zahra Syafiq menuturkan, perpustakaan belum berfungsi secara optimal akibat masih rendahnya minat baca masyarakat. Kondisi tersebut kerap memicu maraknya komentar di media sosial yang tidak didukung pemahaman literasi yang memadai. Padahal, kebiasaan membaca memiliki peran penting dalam memperluas wawasan, termasuk untuk memahami dinamika sosial dan perekonomian secara lebih komprehensif.

“Seiring berkembangnya dunia digital, kehadiran e-book dan artikel daring seharusnya dapat mempermudah akses membaca bagi siapa saja. Kemudahan ini perlu dimanfaatkan untuk membangun budaya literasi yang lebih kuat, sehingga masyarakat tidak mudah terjebak dalam arus informasi dangkal dan mampu bersikap lebih kritis terhadap berbagai isu yang beredar,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Semester Tiga, Sa’adah mengungkapkan, penanaman literasi sejak dini dapat dilakukan melalui skema kolaborasi yang tepat dan berkelanjutan. Kebijakan Perpustakaan Nasional dinilai perlu diimplementasikan secara lebih konkret, salah satunya melalui kerja sama strategis antara Kemendikbud dan Duta Baca agar pesan literasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

“Literasi merupakan jendela dunia yang berdampak langsung pada pemahaman ekonomi, terutama dalam aspek literasi keuangan masyarakat. Dengan pendekatan turun langsung melalui kolaborasi lintas sektor serta dukungan konten digital yang menarik, penguatan literasi dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, mudah diterima, dan tetap efektif bagi berbagai lapisan masyarakat,” ungkapnya.

(Safia Salsabila Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *