
Potret pekerja melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan listrik. Sumber.kontan.co.id
Pasokan listrik nasional kini berada dalam kondisi krisis, Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menegaskan pemerintah untuk segera mengevaluasi strategi pengelolaan. Langkah tersebut diambil karena energi menjadi penunjang efektivitas perkuliahan daring hingga riset digital, sebab gangguan kecil berpotensi menghambat produktivitas generasi muda di era pendidikan berbasis teknologi.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester delapan, Vivi Octaviona menjelaskan, strategi penghematan listrik dapat dimulai dari disiplin terhadap hal kecil, seperti tidak mengisi daya saat perangkat sedang digunakan dan membiasakan diri mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai.
“Kesadaran penghematan energi bukan sekadar efisiensi, tetapi menjadi peluang bagi kami untuk belajar. Mulai dari mengelola sumber daya secara cerdas, guna mendukung terciptanya konsep kampus hijau yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Fisika, semester empat, Hary Caesar Setiawan menuturkan, pentingnya membangun kebiasaan sederhana dengan berpartisipasi aktif, mematikan fasilitas kelas setelah jam pelajaran usai. Serta mengisi daya perangkat elektronik hingga penuh, sebelum digunakan selama aktivitas perkuliahan berlangsung.
“Penggunaan transportasi umum ke kampus juga langkah nyata, yang tidak hanya mengurangi konsumsi energi secara personal. Dengan begitu, mendorong penerapan konsep kampus ramah lingkungan di masa yang akan datang,” tuturnya.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)








