Mudah dan Praktis, QRIS Jadi Solusi Transaksi Takjil Ramadan

Potret transaksi masyarakat saat berburu takjil Ramadan Sumber.sinpo.id


Wakil Ketua Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) takjil untuk segera mengadopsi digitalisasi, sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Tingginya permintaan takjil selama Ramadan, sangat efektif dalam memberi kepraktisan transaksi non-tunai tanpa kendala uang kembalian.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Kimia, semester enam, Iqbal Fitrah Kurniawan menjelaskan, digitalisasi sektor UMKM takjil masih tergolong rendah di kalangan penjual, serta konsumen lanjut usia yang masih asing dengan sistem pembayaran non-tunai. Selain terkendala masalah teknis dan biaya administrasi, opsi  pembayaran tunai harus tetap dipertahankan.

​”Digitalisasi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari belum terbiasanya konsumen terutama orang tua menggunakan pembayaran digital. Maka opsi pembayaran non-tunai masih perlu dipertahankan,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester empat, Muhammad Zaki Albana menyatakan, QRIS memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan UMKM, karena mampu menyederhanakan proses transaksi. Sebab mayoritas generasi muda dan kalangan mahasiswa saat ini sudah menjadikan pembayaran digital, sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

​”Manfaat paling terasa ada pada kemudahan pembeli, sementara jangkauannya juga luas karena mayoritas anak muda dan mahasiswa terbiasa menggunakan. Maka pembayaran digital dalam setiap transaksi, menjadi lebih praktis” katanya.

(Muhammad Raffa Al-Farezzy)

Muhammad Raffa Al Farezzy
Muhammad Raffa Al Farezzy
Articles: 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *