
Upaya optimalisasi sumber daya alam dengan penerapan integrasi bioekonomi. Sumber. MetroTVNews.com
Indonesian Business Council (IBC), ingin pemerintah meninjau ulang strategi pengembangan ekonomi nasional. Langkah evaluasi ini, dinilai krusial karena disrupsi teknologi mengganggu struktur ekonomi konvensional dan mengancam stabilitas pasar kerja di Indonesia. IBC berharap, Indonesia dapat membangun ketahanan ekonomi yang lebih adaptif.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Jurusan Kimia, semester tujuh, Aldi Firmansyah menjelaskan, integrasi kecerdasan buatan (AI), membawa dampak signifikan bagi seluruh level bisnis di Indonesia. Mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, transformasi ini memerlukan pondasi kuat berupa pemerataan infrastruktur digital, regulasi yang adaptif terhadap inovasi, serta fokus pada kolaborasi harmonis antara sumber daya manusia dan teknologi.
”Peran Artificial Intelligence (AI) saat ini sangat berdampak pada ekonomi. Namun hal ini harus dibarengi dengan pemerataan infrastruktur digital, regulasi yang berinovasi, serta tetap berfokus pada kolaborasi antara manusia dengan AI,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Jurusan Pendidikan Kimia, semester lima, Fayzah Jamil mengungkapkan, konsep bioekonomi merupakan solusi strategis agar pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dapat memberi nilai ekonomi tinggi. Pergeseran arah baru ekonomi nasional, menuntut adanya penyesuaian di sektor pendidikan guna menyiapkan sumber daya manusia yang relevan.
“Bioekonomi bisa menjadi solusi, agar pemanfaatan alam memberi nilai ekonomi tanpa merusaknya. Arah baru ekonomi yang akan dilaksanakan tersebut, juga sangat membutuhkan penyesuaian di dunia pendidikan,” ungkapnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





