Tekankan Pentingnya Kolaborasi Peran Bentuk Mental Anak Sehat, PSGA UIN Jakarta Gelar Seminar Hari Ayah dan Ibu

Penyampaian Materi Oleh Habib Ja’far Mengenai Orang Tua, sebagai salah satu rangakaian Seminar Nasional Tahunan Hari Ayah dan Ibu. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Kamis (20/11), Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan Hari Ayah dan Ibu di Gedung Auditorium Harun Nasution . Dengan mengangkat tema yang bertajuk “Multi Peran Perempuan dalam Bingkai Hari Ibu, serta Peran Ayah dalam Kesejahteraan Emosional dan Psikologis Anak”, guna memberi pemahaman kepada peserta tentang pentingnya kolaborasi peran orang tua dalam membentuk mental anak yang sehat. Selain seminar, ada juga launching e-book buku pedoman PPKS yang diterbitkan. Serta pemberian award kepada tenaga pendidik yang sudah memberi kinerja dan jasa yang baik. 

Koordinator Bidang Gender, Musfiah Saidah menuturkan, Acara ini mengangkat tema keluarga yang menyatukan perayaan Hari Ayah dan Ibu, menegaskan bahwa kedua sosok ini memiliki peran yang sama penting dalam pengasuhan. Tingginya minat organisasi kemasyarakatan (Ormas) terhadap seminar ini menjadi bukti relevansi tema yang diangkat, sekaligus menyampaikan edukasi mendalam bahwa pulang tidak selalu tentang rumah. 

“Selain itu, peran Ayah sebagai pendengar yang baik adalah pondasi utama bagi kesehatan mental dan perkembangan positif anak. Maka, seluruh materi seminar dapat teman-teman saksikan kembali melalui kanal YouTube UIN Jakarta,” tuturnya. 

Peserta acara, Muhammad Ibdal mengungkapkan, dinamika orang tua dan anak sangat penting bagi perkembangan generasi muda saat ini. Ayah dan ibu memiliki peran ganda tidak hanya sebagai orang tua, tetapi juga pendidik dan pendamping. Pengaruh ibu sebagai sekolah pertama sangatlah signifikan. Oleh karena itu, dukungan dari komunitas sangat dibutuhkan agar orang tua dapat saling membantu dan tidak berjuang sendiri. 

“Kita harus menyadari bahwa dengan memberikan contoh nyata dan edukasi, kita memastikan setiap keluarga memiliki fondasi yang kuat untuk mendidik anak-anak mereka dengan baik. Bahwa komunikasi keluarga yang baik adalah kunci untuk mengatasi tantangan ekonomi,” ungkapnya. 

(Safia Salsabila Putri) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *