HMPS HTN Bedah Buku: Hubungan Antara Batasan Intelijen dan Partai Politik

Potret berlangsungnya acara launching dan bedah buku “Hubungan Antara Intelijen dan Partai Politik”. Sumber. Dok. Pribadi


Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS HTN), pada Kamis (9/7), meluncurkan dan membedah buku bertajuk “Hubungan Antara Intelijen dan Partai Politik”. Peluncuran dan bedah buku bertujuan memberi edukasi terkait batasan peran dan urgensi profesionalisme kedua lembaga, agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang berlebihan dalam ranah politik nasional.

Ketua pelaksana (Ketuplak) acara peluncuran dan bedah buku, Muhammad Safri Amirullah menyatakan, mahasiswa saat ini harus memiliki wawasan yang inklusif terkait dinamika politik praktis di tanah air serta memahami keterlibatan intelijen di dalamnya.

“Bagi saya, langkah ini krusial agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu membedah bagaimana intelijen bisa beririsan dengan kepentingan partai politik dalam menjaga stabilitas sekaligus kerentanan demokrasi kita di masa depan,” katanya.

Penulis buku “Hubungan Antara Intelijen dan Partai Politik”, Sudiyatmiko Aribowo menutukan, pentingnya penegakan regulasi terhadap aktivitas intelijen guna meminimalisir risiko penyalahgunaan wewenang. Selain itu, buku karyanya hadir sebagai pemantik agar masyarakat lebih kritis terhadap kompleksitas hubungan antara lembaga.

“Kita perlu membangun kesadaran bahwa tanpa pengawasan publik yang tajam dan aturan hukum yang tak tebang pilih, perpaduan antara intelijen dan kekuatan politik berisiko besar menciptakan praktik otoriter yang merugikan hak-hak warga negara,” tutunya.

(Selgy Deswita Isnaini)

Selgy Deswita Isnaini
Selgy Deswita Isnaini
Articles: 40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *