Indonesia Perkuat Strategi dan Tingkatkan Kualitas Kreator di Forum UNESCO

Satrya Wibawa membahas penguatan pekerja kreatif dalam forum UNESCO. sumber. trtindonesia.co


Indonesia menekankan urgensi penguatan keterampilan dan kesejahteraan kreator di forum United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), pada Kamis (11/6). Langkah yang dilakukan, sebagai upaya memperkokoh daya saing ekonomi kreatif nasional dalam menghadapi tantangan pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) yang diharapkan, menjadi kunci bagi Indonesia untuk terus relevan di ekonomi kreatif dunia.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Aqidah Filsafat Islam (AFI), semester sepuluh, Reza Firdaus Anbar menjelaskan, ketersediaan wadah dan apresiasi yang memadai akan memacu pertumbuhan para kreator di Indonesia. Meski potensi tersebut sangat besar, peran pemerintah dalam memberi pembinaan dan dukungan perlu dilakukan.

“Masalah utama kita bukan sekadar kurangnya kreativitas, melainkan minimnya ekosistem yang berkelanjutan. Sehingga, bagi para kreator cara bertahan di tengah arus digitalisasi yang begitu agresif dan menuntut standar kompetensi internasional sangat rentan ,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester empat, Nazilah Destiyana Dhara menuturkan, industri kreatif Indonesia berada pada momentum, berkat perpaduan antara kemajuan teknologi digital dan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap konsumsi karya lokal.

“Kita memiliki aset berupa kreativitas anak muda, namun tanpa intervensi kebijakan yang lebih serius dalam aspek perlindungan hak cipta dan insentif ekonomi, daya saing akan sulit untuk mendominasi industri kreatif yang semakin kompetitif,” tuturnya.

(Muhammad Raffa Al Farezzy)

Muhammad Raffa Al Farezzy
Muhammad Raffa Al Farezzy
Articles: 30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *