
Sesi foto bersama anggota aktif RDK FM dengan ERA FM. Sumber. Dok. Pribadi
Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK) FM menggelar studi banding bersama ERA FM, pada Rabu (15/4), di teater lantai dua Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM). Guna memperluas relasi dan memperkaya wawasan siaran, pertemuan tersebut menjadi kesempatan radio komunitas mahasiswa untuk saling bertukar inovasi, serta memperkuat jejaring komunikasi dalam menghadapi tantangan industri penyiaran di era digital.
Station Manager (SM) RDK FM 2026, Muhammad Fauzan Agviano Putra menuturkan, melalui kolaborasi tersebut, para Anggota Aktif (Angtif) memiliki kesempatan untuk menyerap ilmu baru, yang kemudian dapat diadaptasi guna meningkatkan kualitas internal organisasi.
“Saya berharap teman-teman dapat membandingkan pola kerja dan wawasan yang didapat, sehingga inovasi-inovasi positif dari ERA FM bisa segera kita terapkan untuk kemajuan RDK FM ke depannya,” tuturnya.
General Manager (GM) ERA FM 2026, Carlito Malik Uwina Abrar menjelaskan, eksistensi radio yang mulai memudar, menjadikan studi banding peluang besar bagi radio komunitas untuk bangkit kembali dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam setiap siarannya.
“Radio sebenarnya masih memiliki peluang, jika kita mampu memanfaatkan metode live streaming secara maksimal. Selain memperluas jangkauan pendengar, tetapi juga memberi nuansa baru yang lebih relevan bagi audiens generasi sekarang,” jelasnya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





