
Kolaborasi lintas sektor diperkuat, guna perluas akses pasar global kesehatan. sumber. topbussines.id
Kolaborasi lintas sektor kesehatan dilakukan Bio Farma Group, guna memperluas akses pasar global. Pada Senin (13/4), langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing nasional di tengah tantangan kesenjangan keterampilan dan keterbatasan akses, yang masih dihadapi generasi muda. Melalui sinergi antara dunia kampus dan korporasi, menjadi solusi mencetak tenaga professional di sektor kesehatan.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Manajemen Dakwah (MD), semester enam, Zaky Ghifari menyatakan, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri kesehatan, membuka ruang kontribusi yang sangat luas. Sinergi tersebut memaksimalkan potensi riset dan kreativitas mereka di kancah internasional.
“Dengan bekal keilmuan yang kami pelajari di kelas, mahasiswa sebenarnya memiliki peluang besar untuk terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendorong daya saing bangsa agar lebih diperhitungkan di tingkat global,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), jurusan Ilmu Keperawatan, semester enam, Annisa Dwi Aulia Aldzajairi menuturkan, kendala signifikan berupa minimnya paparan dunia kerja, menyebabkan terjadinya kesenjangan keterampilan. Kurikulum kampus seringkali belum sepenuhnya selaras, sehingga bantuan kebijakan dari pemerintah sangat dibutuhkan.
“Kami merasakan masih kekurangan skill, akibat terbatasnya akses ke sektor industri. Bagi kami, intervensi pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan kami melalui pengenalan dunia industri secara sistematis sejak masa perkuliahan awal,” tuturnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)





