
Pada Konkernas, PGRI luncurkan Program Satu Juta Guru. sumber. waspada.id
Pada Kamis (16/4), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), resmikan Gerakan Nasional Satu Juta Guru dalam Konferensi Kerja Nasional 2026 (KONKERNAS). Bertujuan sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik, programnya dirancang mencetak guru yang tangguh menghadapi tantangan masa depan pendidikan.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester enam, Ramdan Halim menjelaskan, program tersebut sangat berpotensi pada APBN karena besarnya biaya distribusi tenaga pendidik ke seluruh wilayah Indonesia. Meski dapat memperbaiki kualitas guru, sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu prosesnya.
“Dibandingkan menambah kuota baru, pemerintah seharusnya memprioritaskan pengangkatan guru honorer menjadi pegawai negeri. Maka, kesejahteraan tenaga pengajar yang sudah ada lebih terjamin dan optimal,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Fisika, semester empat, Kamalia Nadia Putri menyatakan, inisiatif PGRI memperbaiki kualitas guru, merupakan solusi strategis untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan. Kesejahteraan guru di wilayah perkotaan dan daerah terpencil, maka bisa sama dirasakan.
“Programnya harus dibarengi dengan pemerataan alokasi anggaran, ke sekolah-sekolah di pelosok. Dengan begitu, anak-anak di daerah tertinggal bisa mendapatkan fasilitas, serta akses pendidikan yang setara dengan mereka yang di kota,” katanya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





