
Pemaparan strategi perencanaan dan optimalisasi APBD Sumber.abatanews.com
Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI), Tito Karnavian menegaskan pemerintah daerah mempertajam perencanaan dan optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bertujuan meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan tinggi sebagai respons atas ketimpangan distribusi beasiswa dan fasilitas belajar. Maka, akan menjamin pemerataan anggaran untuk seluruh mahasiswa Indonesia.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester sembilan, Hasby Assidiqi menjelaskan, alokasi APBD memegang peranan khusus dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi, melalui program beasiswa serta riset. Anggaran daerah yang disalurkan secara tepat, sangat menentukan sejauh mana mahasiswa dapat mengakses fasilitas penunjang yang mumpuni.
”Prioritas yang paling terasa bagi kami adalah bantuan biaya pendidikan, fasilitas seperti perpustakaan digital dan pelatihan soft skill. Maka, pemerintah daerah harus menjamin penyaluran yang transparan dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), semester delapan, Muhammad Faktur Roziqi menuturkan, distribusi APBD belum sepenuhnya menjamin kebutuhan akademik mahasiswa, karena dampak pembangunan fasilitas yang belum merata. Sebab kesenjangan antara perencanaan anggaran, dengan realitas yang terjadi di lingkungan kampus.
”Tantangan terbesarnya ada di implementasi dan pengawasan, sehingga kebijakan anggaran perlu lebih partisipatif. Oleh karena itu, dapat melibatkan pihak kampus dan mahasiswa agar evaluasinya benar-benar berdampak,” tuturnya.
(Muhammad Raffa Al-Farezzy)








