Kajian The Solar Archipelago: Menuju Pemerataan Kedaulatan Energi

Kajian “The Solar Archipelago: Indonesia’s 100 GW Leap to Energy Sovereignty” Sumber.republika.co.id


Senin (22/02), Kementerian Koordinator Bidang (KEMENKO) Perekonomian, Airlangga Hartarto meluncurkan kajian bertajuk “The Solar Archipelago: Indonesia’s 100 GW Leap to Energy Sovereignty”. Mengakselerasi kedaulatan energi, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW. Langkah tersebut sebagai solusi untuk memperluas akses listrik di seluruh desa di Indonesia.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), semester empat, Fadly Ramadhan menjelaskan, target pembangunan PLTS melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, cenderung tidak realistis. Sebab ada hambatan geografis, serta membutuhkan banyak evaluasi program pemerintah sebelumnya.

“Melihat akses menuju desa-desa pelosok yang masih sulit dijangkau, sebaiknya pemerintah fokus mengelola PLTS yang sudah ada. Meski kebijakannya sangat berdampak, perlu adanya evaluasi secara berkala agar dapat mencapai target,” jelasnya.

​Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Muhammad Syafiq Alfarizy menyatakan, pembangunan PLTS merupakan langkah krusial, demi mewujudkan pemerataan akses listrik. Tantangan biaya peralatan yang tinggi, dapat diatasi melalui alokasi anggaran yang tepat sasaran.  

“Meski harga panel surya cukup mahal, namun tujuan PLTS tersebut dapat direalisasikan. Sebab pemerintah sudah seharusnya memberi dukungan dana penuh, untuk keberlangsungan program tersebut,” katanya.

(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)

Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Articles: 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *