
Potret layanan iPusnas untuk mengakses buku digital Sumber.dok.pribadi
Layanan perpustakaan digital (iPusnas), milik Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, dilaporkan mengalami gangguan teknis. Meski upaya perbaikan dilakukan secara berkala, pengguna masih mengeluhkan munculnya pesan error yang menghambat akses peminjaman buku elektronik. Kendala tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keberlangsungan literasi digital nasional, sebagai platform rujukan utama bagi pembaca.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), semester tujuh, Alda Okti Ramadini menjelaskan, layanan iPusnas merupakan wadah riset yang krusial bagi akademisi, di tengah pesatnya perkembangan era digital. Stabilitas layanan digital nasional seharusnya menjadi prioritas utama, untuk mendukung kebutuhan penelitian mahasiswa.
“Di era serba digital ini, gangguan pada iPusnas sangat disayangkan, karena harusnya layanan digital bisa lebih baik. Oleh karena itu, efisiensi anggaran pendidikan sebaiknya dipertimbangkan lebih lanjut agar tidak berdampak negatif,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester delapan, Muhammad Royyan menuturkan, kendala teknis pada platform tersebut, akan menurunkan antusiasme literasi masyarakat luas secara signifikan. Meskipun terdapat alternatif sumber bacaan lain, posisi iPusnas sebagai platform rujukan nasional yang kredibel belum tergantikan bagi publik.
“Gangguan ini akan berdampak bagi sebagian besar mahasiswa dan masyarakat, meski banyak sumber lain. Sebab iPusnas adalah layanan nasional yang terpercaya dan minat literasi bisa menurun, jika ini terjadi dalam jangka panjang,” tuturnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)








