Pesta Demokrasi Kampus: Debat Kandidat DEMA UIN Jakarta Kembali Digelar Secara Luring

Berlangsungnya debat kandidat DEMA UIN Jakarta. Sumber. Dok. Pribadi


Debat kandidat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) digelar secara luring pada Rabu (17/12) di Lapangan Student Centre (SC). Kegiatan yang terbuka untuk umum ini bertujuan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa), sekaligus memberikan ruang bagi sivitas akademik untuk menilai secara langsung kualitas, gagasan, serta kapabilitas para calon kandidat. Acara berlangsung tertib dan kondusif dengan dukungan serta koordinasi pihak keamanan kampus guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Panitia Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), Muhammad Muthayyibin menjelaskan, persiapan debat dilakukan secara matang oleh panitia, meski terdapat beberapa kendala teknis. Koordinasi KPM dengan pihak keamanan kampus dilakukan agar kegiatan debat berlangsung kondusif dan lancar, mengingat antusiasme audiens dari berbagai fakultas cukup tinggi. Debat ini menjadi salah satu rangkaian penting Pemilwa yang memberi pengalaman demokrasi nyata bagi mahasiswa.

“Persiapan kami sudah maksimal meski ada beberapa kendala. Debat dibuka untuk umum supaya masyarakat kampus bisa menilai kualitas kedua kandidat. Semoga rangkaian pemilwa berikutnya, termasuk voting, berjalan sesuai aturan demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Mahasiswa peserta debat, Fathan Sidqin, menuturkan Pemilwa UIN Jakarta kembali digelar secara offline setelah dua tahun sebelumnya sempat tidak terselenggara atau dilakukan secara online. Menurutnya, debat offline kali ini meningkatkan partisipasi mahasiswa karena mereka dapat langsung menilai kualitas dan kapabilitas calon kandidat sekaligus merasakan suasana pesta demokrasi di kampus.

“Debat offline membuat antusiasme mahasiswa lebih tinggi dibanding debat online sebelumnya. Mereka jadi lebih memperhatikan pemilwa, menilai calon kandidat secara langsung, dan ikut menggunakan hak suaranya. Ini jelas membawa kemajuan dalam partisipasi politik mahasiswa di UIN Jakarta,” ungkapnya.

(Fayruz Zalfa Zahira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *