
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat dihadapkan pada lonjakan harga bahan pangan yang semakin membebani sejak awal Maret 2025. Sejumlah komoditas pokok, seperti beras, minyak goreng, cabai, dan daging, mengalami kenaikan signifikan. Di berbagai pasar tradisional di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Misalnya, beras premium yang sebelumnya dijual seharga Rp14.000 per kilogram kini mencapai Rp16.000 hingga Rp 18.000 per kilogram, sementara harga cabai rawit yang semula Rp40.000 per kilogram kini melambung hingga Rp80.000 per kilogram.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Manajemen, semester empat, Yazid Wafa mengungkapkan, kenaikan harga bahan pangan menjadi beban berat bagi masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rendah. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga di pasar, sehingga harga tetap terkendali seperti pada hari-hari biasa.
“Kenaikan harga menjelang Idul Fitri dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan seperti pakaian dan perlengkapan Lebaran. Pemerintah perlu mendukung para petani untuk menurunkan harga jual produk pertanian agar lebih terjangkau bagi konsumen. Sementara itu, masyarakat dapat menghemat biaya dengan memasak sendiri di rumah, strategi yang sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswa perantau dengan anggaran terbatas,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester delapan, Muhammad Rafli mengatakan, Keprihatinan masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pangan yang konsisten terjadi setiap tahun menjelang Idulfitri membutuhkan perhatian serius. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih efektif dan strategis untuk mengendalikan harga bahan pangan.
“Meskipun bagi saya kenaikan harga tidak menjadi masalah besar, kondisi ini tetap memprihatinkan mengingat daya beli masyarakat Indonesia yang masih terbilang rendah. Oleh karena itu, saya berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih efisien untuk menjaga stabilitas harga sehingga bahan pangan lebih terjangkau bagi semua kalangan,” katanya.
(Maura Maharani Rizky)








