Tarik Generasi Muda Indonesia, Taiwan Tawarkan Wisata Budaya dan Inovasi Digital

Generasi muda indonesia jadi daya tarik bagi Taiwan. Sumber. nusabali.com Taiwan Tourism menargetkan generasi muda Indonesia sebagai pasar utama pariwisatanya pada 2025. Upaya ini dilakukan karena Indonesia memiliki populasi anak muda yang besar dengan minat tinggi untuk bepergian dan menjelajah ke luar negeri. Generasi muda juga dipandang sebagai penggerak utama sektor pariwisata di masa depan, sehingga promosi destinasi dan pengalaman wisata yang sesuai dengan tren anak muda menjadi fokus utama. Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), semester lima, Rizal Royhan Aly mengungkapkan, rencana Taiwan menjadikan generasi muda sebagai target utama pariwisata bukanlah suatu masalah. Namun, keterbatasan lapangan kerja di Indonesia berdampak pada kondisi finansial sehingga membatasi kesempatan generasi muda untuk mewujudkan impian berwisata ke luar negeri. “Jika rencana ini terealisasi, Indonesia akan memperoleh keuntungan dalam menjalin hubungan antarnegara yang saling melengkapi, termasuk melalui program pertukaran pelajar maupun kerja sama ekspor. Program study tour dan beasiswa juga dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung bagaimana suatu negara membangun komunikasi yang baik,” ungkapnya. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Ekonomi Syariah (Eksyar), semester lima, Ach. Faiz Abian I’tisham Billah Faishal menuturkan, Taiwan menjadikan generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa, sebagai target utama pariwisata karena memiliki minat besar pada budaya, teknologi, dan pendidikan, serta mudah terpengaruh tren dan aktif di media sosial. Kondisi tersebut tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik dan riset. “Taiwan dapat menyediakan beasiswa, mempermudah akses visa, mengadakan program pertukaran pelajar, serta menyebarkan informasi melalui platform digital. Upaya tersebut berpotensi memperkuat hubungan antarnegara sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan wawasan global,” tuturnya. (Nadine Fadila Azka)