107.9 RDKFM

MA dan UNDP Gelar Kolokium, Bahas Peran dan Kepemimpinan Perempuan di Lembaga Peradilan

kegiatan judicial Leadership Colloquium for Women Judges in Indonesia bersama para hakim perempuan dan perwakilan  dari Mahkamah Agung dan UNDP. Sumber. gramediapost.com Mahkamah Agung (MA) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) menggelar kolokium di Indonesia untuk membahas tantangan yang dihadapi perempuan di peradilan nasional. Acara yang dihadiri para hakim, termasuk Hakim Agung sekaligus Ketua Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) Nani Indrawati, menjadi momentum penting yang menandai pembentukan BPHPI sebagai langkah strategis memperkuat peran dan kepemimpinan perempuan di lembaga peradilan. Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester sepuluh, Muhammad Naufal Ariq menyampaikan, pendidikan memegang peran penting bagi peradilan nasional, terutama dalam mendorong kesetaraan gender, memperluas akses terhadap keadilan, dan memperkuat kepemimpinan perempuan. Pendidikan juga menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin setara dengan laki-laki serta berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dan keadilan. “Perempuan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga perdamaian. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan karier yang terstruktur serta program pelatihan kepemimpinan berkelanjutan guna memperkuat peran mereka di berbagai bidang, termasuk peradilan,” ujarnya. Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Perbandingan Mahzab (PMH), semester delapan, Surasiah Al Mujarodah menuturkan, kesetaraan gender perlu mendapat perhatian serius karena perempuan masih kerap mengalami diskriminasi. Perempuan memiliki hak yang sama untuk diakui, termasuk memperoleh ruang berpartisipasi di berbagai bidang, terutama hukum, yang tidak hanya memperkuat posisi mereka, tetapi juga mendorong kemajuan bersama. “Perubahan tidak akan terwujud jika generasi muda tidak mengambil peran aktif. Sebagai mahasiswa, penting untuk mendalami ilmu pengetahuan bukan semata-mata untuk bersaing, melainkan guna memperoleh kesempatan, hak, dan suara dalam menegakkan keadilan,” tuturnya. (Nadine Fadila Azka)