
Transjakarta sebagai salah satu pilihan masyarakat menaiki transum. Sumber. beritajakarta.id
Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla memberi peringatan terkait ancaman krisis energi nasional, yang dipicu oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dan timbul kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Maka, penguatan penggunaan transportasi umum (transum) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan solusi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Ilmu Tasawuf (ILTA), semester delapan, Karisma Qirani menjelaskan, peralihan ke transportasi umum merupakan langkah efektif bagi mahasiswa untuk memangkas pengeluaran harian. Di tengah ancaman kelangkaan BBM, tarif transportasi umum tentunya akan jauh lebih efisien.
“Tetapi, keterbatasan akses transportasi yang armadanya kurang sering membuat lama perjalanan penumpang. Harapannya pengelola transportasi umum dapat menambah, akses yang terhubung langsung ke universitas,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Biologi, semester delapan, Ikfina Nawal Fatina menuturkan, tantangan utama menjadikan transportasi umum sebagai solusi nasional adalah ketersediaan unit. Transportasi umum di luar Pulau Jawa, sebaran fasilitasnya juga belum merata.
“Jika armada transportasi umum sudah memadai, masyarakat harus bertanggung jawab merawat sarana publik tersebut. Maka, pemerintah daerah harus lebih menyediakan armada yang lebih banyak guna keberlanjutan,” tuturnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)








