Edukasi Agama Perkuat KPPPA Lindungi Perempuan dan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi. Sumber. detik.com


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak organisasi keagamaan untuk memperkuat perlindungan, serta pemberdayaan perempuan dan anak. Peran tokoh agama berpengaruh menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sehingga upaya mencegah kekerasan untuk perempuan mandiri bisa berjalan lebih maksimal dan tepat sasaran.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Ilmu Tasawuf (ILTA), semester delapan, Alya Nasywa mengungkapkan, kolaborasi tersebut merupakan langkah harmonis, karena keduanya memiliki visi yang sejalan. Maka, akan menjadi peluang tersendiri bagi UIN Jakarta mengambil peran aktif di lingkungan kampus.

“Untuk dapat merealisasikan dan mendukungnya, hal tersebut bisa dengan rutin menyelenggarakan seminar edukatif. Semakin sering terkait pemberdayaan perempuan dibahas, maka kesadaran akan perlindungan perempuan dan anak dapat tumbuh dari dunia akademik,” ungkapnya.

​Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Perbandingan Mazhab (PM), semester enam, Syafnita Putri Zafirah menjelaskan, efektivitas kolaborasi tersebut dapat mencegah penyalahgunaan simbol agama. Maka, sangat strategis untuk mengedukasi masyarakat jika ada oknum yang melakukan tindak tercela terhadap perempuan dan anak.  

“Mengingat organisasi keagamaan memiliki kedekatan emosional dan pengaruh yang kuat di tengah masyarakat, KPPPA dapat lebih mudah memberi pemahaman dan menjaga keseimbangan sosial. Sehingga ruang gerak pelaku kekerasan, dapat dipersempit melalui pendekatan nilai-nilai spiritual yang tepat,” jelasnya.

(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)

Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Articles: 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *