
Tanpa memandang gender, masyarakat mencari pekerjaan di Job Fair Sumber.jakartabisnis.com
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), Dwi Oktavia menekankan pentingnya dukungan bagi kaum perempuan agar tetap berdaya dan sejahtera. Tanpa harus terbebani tuntutan menjadi sosok yang sempurna, guna perkuat peran perempuan di tengah tantangan sosial.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Manajemen Pendidikan, semester delapan, Alif Rahman Hakim mengungkapkan, perlindungan terhadap perempuan dari ancaman pelecehan dan kekerasan lewat langkah praktis dari unit terkecil, yakni edukasi dalam keluarga. Pondasi kesadaran di lingkungan terdekat, menjadi modal kuat dalam menekan angka kekerasan terhadap wanita di Indonesia.
”Perlindungan terhadap ancaman pelecehan dan kekerasan wanita perlu diberdayakan dalam skala kecil. Kemudian dilanjutkan dalam skala besar, seperti penguatan hukum Indonesia,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester empat, Zakia Tsaqif menuturkan, masyarakat tidak seharusnya menjadikan budaya patriarki sebagai standar utama dalam kehidupan sehari-hari. Kenyamanan dan keamanan di dalam rumah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban seluruh anggota keluarga tanpa memandang gender.
“Harapannya budaya patriarki di Indonesia bisa hilang, agar tidak dijadikan patokan di kehidupan sehari-hari. Sebab sejatinya, kenyamanan rumah adalah tanggung jawab setiap anggota keluarga,” tuturnya.
(Shakila Najla Azzahra)








