
Finalisasi pilot project penyempurnaan digitalisasi bansos. Sumber. rri.co.id
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan pilot project sebagai solusi pengembangan Desa Pintar. Program percontohan ini merupakan inisiatif Komdigi yang dilaksanakan dalam skala terbatas untuk menguji layanan telekomunikasi dan informasi di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar), dengan fokus pada sektor pendidikan. Pilot project tersebut diluncurkan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (17/12).
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), semester lima, Muhammad Royhan Azkia menjelaskan, upaya mendorong akses layanan telekomunikasi dan informasi di wilayah 3T merupakan langkah positif dalam pemenuhan hak masyarakat atas informasi. Namun, menurutnya akses perekonomian masih lebih dibutuhkan oleh masyarakat di daerah terpencil dibandingkan dengan akses informasi.
“Sangat baik jika pemerintah tetap menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan akses informasi. Namun, kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat di wilayah 3T adalah peningkatan pada sektor perekonomian, mengingat masih banyak warga terutama di daerah pelosok yang kesulitan memperoleh pekerjaan,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tiga, Arika Fadillah Rahma mengatakan, akses informasi dan pengadaan alat telekomunikasi yang memadai sangat penting bagi masyarakat yang berada di wilayah 3T. Akses tersebut memungkinkan masyarakat dapat belajar secara digital, sehingga mendukung pemberdayaan mereka agar tidak tertinggal dengan masyarakat kota.
“Program seperti ini bisa menjadi jembatan agar masyarakat di daerah terpencil turut ikut merasakan manfaat teknologi digital, terutama dalam sektor produktif seperti pendidikan. Implementasi dalam sektor pendidikan dapat berupa penyediaan akses internet di sekolah, penyediaan materi pembelajaran digital, serta pelatihan literasi digital,” katanya.
(Mahendra Dewa Asmara)





