Perkuat Identitas Nasional, Kemenparekraf Dorong Film Promosikan Kekayaan Budaya

Kemenkraf dorong film dalam promosi budaya dan keberagaman. Sumber. holopis.com


Peran film sebagai media pelestarian dan promosi kebudayaan Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah upaya memperkuat identitas nasional melalui karya kreatif. Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf), Doni Setiawan, menegaskan bahwa nilai-nilai yang merefleksikan kekayaan tradisi, adat istiadat, dan keragaman budaya perlu diutamakan agar pesan budaya dapat tersampaikan kepada penonton secara utuh.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester 11, Abdul Hakam Rizky Awali menuturkan, film memiliki pengaruh besar untuk mahasiswa karena menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional dan memperkuat pemahaman mereka tentang jati diri bangsa. Di sisi lain, kemajuan teknologi digital turut membuka ruang yang luas untuk mempromosikan film-film bertema budaya, sehingga pesan budaya dapat menjangkau audiens yang lebih beragam, terutama generasi muda.

“Melalui media film inilah, mahasiswa dan anak muda dapat menyerap nilai-nilai budaya, memahami sejarah, serta mengenali karakter khas bangsa yang mungkin tidak mereka dapatkan dari media lain. Film berperan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembentuk identitas nasional,” tuturnya. 

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Kimia, semester tiga, Ayu Syahla Nursafitri Rachman menjelaskan, film menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan budaya nasional, terutama karena generasi muda suka menonton berbagai jenis film. Setiap adegan yang ditampilkan dalam film cenderung lebih mudah diingat dan dipahami, sehingga nilai budaya yang tersampaikan dapat lebih cepat diterapkan oleh mahasiswa maupun generasi muda lainnya.

“Kehadiran film dengan tema budaya juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk turut mempromosikannya, sehingga karya tersebut dapat dikenal lebih luas dan mendorong masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari hari,” jelasnya.

(Nadine Fadila Azka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *