
Makan gratis untuk anak Sumatera di salah satu warteg bahari dekat kampus UIN Jakarta. Sumber. Dok. Pribadi
Influencer dengan akun Mas Arkan menyediakan fasilitas makan gratis bagi mahasiswa asal Sumatera dan Aceh yang keluarganya terdampak bencana. Bantuan yang diberikan di sebuah warteg dekat kampus UIN Jakarta tersebut ditujukan untuk membantu mahasiswa yang belum menerima kabar maupun kiriman dana dari keluarga selama situasi darurat. Program ini diharapkan dapat membantu menjaga kebutuhan dasar mahasiswa selama masa tanggap darurat berlangsung.
Salah satu mahasiswa UIN Jakarta asal Sumatera, Khairul Umam menuturkan, dengan cara cukup menunjukkan unggahan Instagram Arkan, kartu identitas kampus, serta menyebutkan asal daerah sebelum memesan makanan. Sistem inidinilai tidak merepotkan dan membuat mahasiswa yang terdampak bencana tetap bisa makan layak tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Begitu datang, langsung ditanya identitas kampus dan diminta menunjukkan postingan program tersebut. Setelah itu bebas pilih lauk, mau ayam, ikan, atau telur semuanya gratis. Hal ini sangat membantu, karena keluarga di rumah lagi kesulitan ngirim uang setelah kejadian bencana. Program ini bikin kami yang merantau jadi merasa lebih tenang dan nggak terlalu terbebani soal makan sehari-hari,” tuturnya.
Penjaga Warteg Bahari, Shofi menuturkan, program makan gratis bagi mahasiswa asal Sumatera dan Aceh yang keluarganya terdampak bencana berjalan dengan sistem pencatatan harian. Setiap mahasiswa yang datang cukup menunjukkan unggahan Instagram Arkan, identitas sebagai mahasiswa, serta menyebutkan daerah asal. Setelah pelanggan makan, pemilik warteg mencatat porsinya dan pembayaran dilakukan pada malam hari oleh pihak Arkan.
“Selama kerja sama ini, sudah cukup banyak mahasiswa yang datang dan terbantu, meski kami tidak sampai mengecek KTP. Kalau ada yang berniat bohong ya kembali ke pribadi masing-masing. Lauknya juga bebas dipilih, mau ayam, ikan, atau telur, semuanya gratis. Menurut saya program ini cukup berdampak, terutama untuk mahasiswa yang keluarganya sedang kesulitan mengirim uang karena terkena bencana,” ujarnya.
(Fayruz Zalfa Zahira)





