
Rokok ilegal ancam industri lokal. Sumber. suara.com
Maraknya peredaran rokok ilegal tanpa cukai yang menimbulkan kerugian bagi negara dan industri legal kembali menjadi perhatian publik. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Pengembangan Kebijakan Ekonomi (PPKE) Universitas Brawijaya (UB) mendorong pemerintah menetapkan langkah tegas berbasis data ilmiah untuk memutus mata rantai peredarannya. PPKE juga menilai perlunya penyusunan peta jalan industri hasil tembakau (IHT) yang lebih realistis dan multidimensi, mencakup aspek fiskal, ekonomi, sosial, kesehatan, hingga perlindungan tenaga kerja.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester lima, Shaldan Hafid menyampaikan, remaja perlu memahami risiko kesehatan dari kebiasaan merokok. Nikotin dalam rokok dapat menimbulkan ketergantungan dan merusak paru-paru, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Karena itu, remaja disarankan mulai mengurangi, bahkan menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang.
“Di sisi lain, pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat edukasi bahaya rokok bagi generasi muda dan menertibkan peredaran rokok ilegal di tingkat warung maupun pabrik tidak resmi. Peredaran rokok tanpa merek dan tanpa izin perlu ditekan agar tidak semakin mudah diakses oleh masyarakat, termasuk remaja,” ujarnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Manajemen Dakwah (MD), semester tiga, Abil Fada menuturkan, pemberantasan rokok ilegal perlu dibarengi dengan peninjauan harga rokok legal agar lebih terjangkau. Banyak masyarakat memilih rokok ilegal karena faktor ekonomi, mengingat harganya jauh lebih murah dan mudah ditemukan. Selain itu, promosi melalui media sosial dengan berbagai varian rasa turut menarik minat konsumen, sehingga peredarannya semakin meluas.
“Sementara itu, rokok ilegal berisiko lebih berbahaya karena bahan baku, kertas, dan filternya tidak melalui pengawasan standar. Meski tampak lebih murah, dampak kesehatannya jauh lebih besar, terutama bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi. Karena itu, peningkatan kesadaran publik mengenai bahaya rokok ilegal menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko kesehatan jangka panjang,” tuturnya.
(Nadine Fadila Azka)








