Tinjau Kerusuhan Mei 1998, Bedah Cinema HMPS KPI Dorong Kesadaran Generasi Muda Peduli Isu Sosial

Berlangsungnya Forum Bedah Cinema HMPS KPI. Sumber. Dok. Pribadi


Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) melalui Divisi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggelar Forum Bedah Cinema bertajuk “Pengepungan di Bukit Duri” pada Rabu (26/11), di Teater Prof. H. Aqib Suminto, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM). Kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa sekaligus membuka ruang diskusi kritis terkait isu sosial dan pendidikan yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Ketua Pelaksana Forum Bedah Cinema, Muhammad Sulthan Bulqia menjelaskan, penyelenggaraan acara ini dirancang untuk melatih mahasiswa membaca dan memahami realitas sosial secara lebih kritis. Fokus utama kegiatan mencakup isu diskriminasi etnis, ketimpangan sistem pendidikan, serta trauma sejarah Indonesia yang diangkat melalui kisah kerusuhan Mei 1998, sehingga peserta dapat melihat relevansinya dengan kondisi masyarakat masa kini.

“Antusiasme peserta terlihat sejak sesi pemutaran film hingga forum berlangsung. Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi yang membahas berbagai fenomena sosial yang muncul dalam film dan bagaimana dinamika tersebut masih tercermin dalam kehidupan kontemporer,” jelasnya.

Salah satu peserta Forum Bedah Cinema, Ghaitsa Zahira Shofa mengungkapkan, kegiatan ini menyimpan banyak pesan penting, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu sosial seperti diskriminasi dan kekerasan. Selain itu, acara ini juga bertujuan menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif.

“Melalui kegiatan sederhana seperti diskusi dan kampanye edukasi di lingkungan sekitar, diharapkan masyarakat dapat diajak menolak rasisme serta kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif dan kesadaran kolektif sehingga nilai-nilai toleransi dan keadilan sosial dapat lebih mudah diterapkan di tengah komunitas,” ungkapnya.

(Yuzka Al-Mala)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *