
Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) menggelar International Public Lecture, pada Rabu (26/11). Kegiatan ini menghadirkan Denis Bolotsky dan Fauzan Al-Rasyid dari Russia Today (RT) dengan mengangkat tema “Global News Ecosystems in the Digital Era: Lessons from Russia Today (RT)” sebagai upaya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai dinamika ekosistem pemberitaan global di era digital.
Persin in Charge (PIC) International Public Lecture, Fad’ly Dwinanda Putra menjelaskan, seminar ini menjadi bentuk kolaborasi strategis untuk memperluas jaringan media bagi mahasiswa Jurnalistik serta KPI. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa mendapatkan akses yang lebih luas terhadap lembaga media internasional, sehingga mendorong munculnya kajian kritis mengenai dinamika pemberitaan global dan tantangan yang muncul dalam ekosistem media digital.
“Seminar ini dirancang sebagai ruang pembelajaran agar mahasiswa mampu memahami struktur kerja media global secara lebih komprehensif. Selain itu, kegiatan ini juga membantu memetakan pola hubungan antara lembaga pers dan berbagai pihak internasional, sehingga mahasiswa dapat melihat bagaimana proses produksi berita global terbentuk dan berpengaruh terhadap praktik jurnalistik di era modern,” jelasnya.
Salah satu peserta seminar internasional, Nararayya Btari Anya Gunawan menyampaikan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber profesional dari berbagai bidang, termasuk praktisi media internasional yang memberikan penjelasan mendalam mengenai proses kerja jurnalistik. RT dinilai mampu menyajikan pemberitaan dengan pendekatan yang lebih netral, sehingga fungsi penyampaian informasi dapat berjalan efektif melalui berbagai platform.
“Materi yang dibawakan para pemateri membuka sudut pandang baru tentang dinamika kerja media global dan karakter lembaga pers internasional. Penjelasan ini membantu mahasiswa memahami bagaimana praktik jurnalistik dijalankan di tingkat global, sekaligus memperkaya wawasan mengenai standar profesionalisme dan tantangan dalam produksi berita internasional,” ujarnya.
(Maura Maharani Rizky)





