
Berlangsungnya sesi diskusi dengan pemateri, sebagai salah satu rangakaian acara dalam Bincang Legislatif Vol. 4. Sumber. Do. Pribadi
Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SEMAF FDIKOM) menggelar Bincang Legislatif Vol. 4 bertajuk “Memahami Peran Legislatif secara Kritis sebagai Upaya Mahasiswa Mengawal Kepentingan Publik: Smart Talk, Smart Rules” pada Selasa kemarin di Teater Prof. H. Aqib Suminto FFIKOM. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai peran strategis lembaga legislatif dalam proses penyusunan kebijakan publik.
Ketua Pelaksana, Muhammad Faiz Ahsan menjelaskan, diskusi kritis perlu terus dibangun sebagai upaya memahami praktik berdemokrasi yang adil, transparan, dan bebas dari kecacatan. Sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, mahasiswa memiliki peran penting dalam menyuarakan kepentingan publik. Dengan kapasitas intelektual dan kemampuan akademik yang dimiliki, mahasiswa diharapkan mampu mewakili kelompok yang belum memperoleh akses pendidikan maupun ruang intelektual yang memadai.
“Mahasiswa juga didorong untuk terus berani bersuara, mengkritisi, dan mendorong lahirnya perubahan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya. Yang paling utama adalah memastikan bahwa setiap proses dan keputusan politik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sehingga tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu,” jelasnya.
Salah satu pengunjung, Mahardhika Falah Afamdi menyampaikan, mahasiswa saat ini mulai menunjukkan kepedulian dan kepekaan terhadap dinamika politik, baik di lingkungan kampus maupun pada tingkat nasional. Peran mahasiswa dipandang strategis karena berada pada posisi yang mampu memengaruhi arah kebijakan politik yang dijalankan. Kesadaran ini menjadi kontribusi penting agar mahasiswa memahami bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sosial, termasuk dalam konteks legislasi.
“Untuk memperluas wawasan, mahasiswa disarankan memanfaatkan waktu luang dengan mengikuti seminar atau diskusi bertema politik. Melalui kegiatan tersebut, pemahaman mahasiswa terhadap proses politik dapat berkembang secara lebih mendalam dan komprehensif, sehingga peran mereka sebagai generasi kritis dapat terwujud dengan lebih optimal,” ujarnya.
(Nadine Fadila Azka)





