Kembangkan Kapasitas Diri, LDK FDIKOM X HMPS MD dan BPI Sukses Gelar BOOM

 Berlangsungnya diskusi bersama bintang tamu Shafnia Qolbi pada acara Boom. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Kamis (13/11), Departemen Keputrian Lembaga Dakwah Kampus Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (LDK FDIKOM), bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Perogram Studi (HMPS) Manajemen Dakwah (MD)× Bimbimngan Penyuluhan Islam (BPI), menyelenggarakan acara “BOOM: Blown Up Muslimah” dengan tema “She Leads, She Inspires: Kepemimpinan Muslimah dari Hati Jadi Aksi”. Kegiatan ini menghadirkan Shafnia Qolbi, content creator sekaligus content writing specialist, yang membahas urgensi kepemimpinan bagi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Pelaksana Acara Keputrian LDKS FDIKOM, Nuraisa Najla menjelaskan, tema kegiatan tahun ini menyoroti kepemimpinan perempuan yang kerap diremehkan, terutama ketika disandingkan dengan kepemimpinan laki-laki. Fokusnya adalah memberdayakan mahasiswi FDIKOM agar menyadari bahwa mereka memiliki sinar, kekuatan, dan nilai intrinsik yang perlu dihargai dan dikembangkan.

“Penguatan kepemimpinan muslimah tidak hanya berbicara tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga tentang kemampuan memimpin diri sendiri. Melalui ruang pemberdayaan ini, mahasiswi diharapkan mampu menyelaraskan aspek agama, karier, dan kehidupan sosial secara lebih harmonis, sehingga kepercayaan diri dan kapasitas kepemimpinan mereka tumbuh secara berkelanjutan,” jelasnya.

Salah Peserta Acara BOOM, Nurma Maulida mengungkapkan, acara ini menyoroti tema yang mendorong para muslimah untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Maka acara ini menjadi dorongan utama bagi muslimah untuk terus berani dalam memimpin. Menurutnya, meskipun tidak semua perempuan ditakdirkan memimpin banyak orang, setidaknya ia harus mampu memimpin dirinya sendiri atau menjadi teladan bagi anak-anaknya kelak. 

“Pada dasarnya, setiap manusia memiliki jiwa kepemimpinan bawaan, yang minimal harus diterapkan untuk mengelola diri sendiri. Ketika tidak bisa memimpin banyak orang, setidaknya perempuan bisa memimpin dirinya sendiri, atau menjadi panutan bagi anak-anaknya”, ungkapnya. 

(Safia Salsabila Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *