Bedah Buku Tentang Pemurnian Jiwa, HMPS Ilmu Tasawuf Gelar Sufistalks 2025

Suasana Berlangsungnya Sufistalks 2025. Sumber. Dok. Pribadi


Sufistalks 2025 bertajuk “Bedah Buku Neng Ning Nung Nang: Filosofi Jawa Kuno yang Menjawab Keresahan Manusia Modern”, sukses digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Tasawuf (IT) bekerja sama dengan Mahadaya. Acara tersebut diselenggarakan di teater H.A.R Partosentono Fakultas Ushuluddin (FU) pada Kamis (13/11), dengan menghadirkan penulis buku Setyo Hajar Dewantoro sebagai narasumber. 

Ketua Pelaksana Sufistalks 2025, Khairi Ikhwan Hanif menjelaskan, Sufistalks merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh HMPS Ilmu Tasawuf untuk membahas persoalan sufistik. Namun, pada kali ini pembahasan nilai-nilai sufistik dikaitkan dengan filsafat Jawa melalui bedah buku Neng Ning Nung Nang.

“Alasan buku ini dipilih sebagai bahan pembahasan dalam Sufistalks 2025 karena dianggap memiliki nilai sufistik yang mendalam oleh pihak fakultas. Meskipun secara judul memang terlihat tidak berkaitan dengan nilai-nilai sufistik, tetapi jika dikaji lebih dalam, buku ini  justru erat kaitannya dengan ajaran penyucian jiwa,” ujarnya. 

Penulis buku Neng Ning Nung Nang, Setyo Hajar Dewantoro mengungkapkan, buku tersebut pada dasarnya menjelaskan bagaimana manusia dapat mencapai tazkiyatun nafs atau pemurnian jiwa. Proses itu dimulai dengan memperbaiki luka batin, mengendalikan sifat keras hati serta membersihkan dosa yang menjadi sumber penderitaan dalam kehidupan.

“Karena buku ini sangat berkaitan dengan ajaran tasawuf, penting bagi kita untuk memahami tazkiyatun nafs. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka pikiran, belajar dari berbagai sumber, dan menilai ajaran dengan bijak. Lebih dari itu, kita juga harus berani menemukan kebenaran sejati yang menuntun pada kedamaian batin,” ungkapnya. 

(Mahendra Dewa Asmara) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *