
Wamendiktisaintek, Stella Christie, tekankan pentingnya peran perempuan dalam STEM. Sumber. koran-gala.id
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sainst, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) pada (11/11). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor akademik dan riset, serta memperkuat kontribusi mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era modern.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Informatika (TI), semester tiga, Muhammad Hafidz Rizky Rahmawan menyampaikan, kebijakan ini efektif dalam mengubah pandangan masyarakat mengenai peran perempuan di bidang sains dan teknologi. Perempuan dinilai memiliki kemampuan dan kecerdasan yang setara bahkan unggul di berbagai bidang, termasuk dalam ranah akademik dan riset.
“Keterlibatan perempuan dalam STEM sangat penting untuk diperjuangkan, karena pendidikan terbaik bagi generasi penerus berawal dari seorang ibu yang memiliki wawasan luas. Pemerintah harus memiliki sumber daya yang cukup untuk mendorong kemajuan ini, salah satunya dengan menghadirkan sekolah khusus perempuan di bidang STEM yang berfokus pada edukasi sains, rekayasa, dan matematika,” ujarnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Manajemen Dakwah (MD), semester lima, Zahra Nur Afida menuturkan, perempuan yang memiliki potensi di bidang STEM perlu diberi ruang luas untuk berkembang. Kemampuan perempuan dalam bidang tersebut perlu dibudayakan sebagai bagian dari upaya memajukan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Peran pemerintah sangat penting dalam menyalurkan potensi masyarakat agar dapat berkontribusi secara maksimal di bidang sains dan teknologi. Sementara itu, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam kegiatan kampus yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta penyebaran edukasi mengenai pentingnya kesetaraan gender di bidang STEM,” tuturnya.
(Maura Maharani Rizky)




