
Pemaparan Materi oleh Branch Manager KCP Tangerang Ciputat Dewi Sartika, Arya Febry Harmono. Sumber. Dok. Pribadi
Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah (HMPS PSY) sukses menggelar Closing Seminar SPECTRA 2025 dengan tema “Nurturing Integrity through Islamic Finance” pada Rabu (5/11) di Teater Dua (Miring), Lantai Lima, Gedung FEB Baru UIN Jakarta. Seminar ini menjadi penutup rangkaian kegiatan SPECTRA 2025 yang berfokus pada penguatan integritas dan penerapan nilai-nilai keuangan syariah di kalangan mahasiswa sebagai calon profesional masa depan.
Wakil Ketua HMPS PSY, Reivanoza Berlian menjelaskan, penyelenggaraan SPECTRA menjadi langkah inisiatif HMPS PSY untuk memperkenalkan program studi sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa baru mengenai arah keilmuan dan prospek karier di bidang PSY. Tahun ini, rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar pembuka, dilanjutkan dengan lomba poster dan esai, serta ditutup dengan seminar penutupan bertema prospek kerja lulusan PSY di masa depan.
“Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2025 yang masih memerlukan pemahaman mendalam tentang arah studi dan peluang karier di sektor PSY. Melalui kegiatan ini, HMPS PSY berupaya menegaskan bahwa lulusan PSY tidak hanya berpeluang menjadi teller bank, tetapi juga dapat berkarier sebagai akademisi, peneliti, maupun profesional di bidang keuangan syariah. Seminar penutupan turut menghadirkan Arya Febriharmono, Branch Manager KCP BSI Dewi Sartika Ciputat, yang berbagi pengalaman dan pandangan mengenai dunia kerja dalam industri PSY yang terus berkembang,” jelasnya.
Peserta Closing Seminar SPECTRA 2025, Galih Dwi Prasetyo menuturkan, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini didorong oleh keinginan untuk memahami lebih dalam dunia PSY. Banyak peserta yang hadir atas kemauan sendiri untuk mengenal lebih jauh produk dan sistem yang diterapkan dalam industri perbankan. Melalui penjelasan yang disampaikan pemateri, peserta memperoleh wawasan baru bahwa fungsi bank tidak hanya sebatas tempat penyimpanan uang, tetapi juga sebagai lembaga penyalur dana yang memiliki berbagai produk seperti tabungan emas dan giro berbasis syariah.
“Sebagai mahasiswa jurusan PSY, saya mendapatkan banyak pelajaran baru, termasuk cara mengelola keuangan secara bijak dengan pembagian proporsional 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk investasi. Materi yang disampaikan terasa mudah dipahami karena disampaikan dengan cara yang interaktif dan komunikatif, sehingga mampu menarik perhatian peserta serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar tentang praktik keuangan syariah,” tuturnya.
(Fayruz Zalfa Zahira)





