
Sambutan Dekan FDIKOM, Gun Gun Heryanto dalam acara Studium Generale prodi BPI. Sumber. Dok. Pribadi
Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (Prodi BPI) menggelar Studium Generale bertajuk “Penyuluh Agama sebagai Pilar Ketahanan Keluarga di Era Digital” pada Rabu (5/11). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang peran penyuluh agama dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah tantangan era digital melalui penyampaian materi dan diskusi bersama para akademisi serta praktisi bidang penyuluhan.
Salah satu panitia Studium Generale, Salman Alfarisi menjelaskan, seminar ini menjadi wadah diskusi sekaligus sarana refleksi bagi para penyuluh dalam memperkuat peran mereka sebagai pilar utama dan katalisator ketahanan keluarga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memiliki fondasi yang kuat untuk membentuk sikap positif serta mengembangkan kemampuan menjadi penyuluh yang adaptif di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kegiatan seminar dan diskusi ini juga berfungsi untuk mencapai target secara maksimal dengan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Selain memperluas wawasan, hasil kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan praktikum mikro maupun makro bagi calon penyuluh di masa depan,” jelasnya.
Salah satu peserta Studium Generale, Hakim Mufid menyampaikan, seminar ini menjadi sarana penting untuk memperdalam pemahaman mengenai esensi penyuluhan dalam lingkungan keluarga. Sebagian besar generasi muda kini cenderung memiliki jarak emosional dengan keluarga, sehingga penyuluhan perlu dimulai dari lingkup terkecil sebagai fondasi dalam membangun keharmonisan sosial.
“Peran penyuluh tidak hanya berfokus pada masyarakat luas, tetapi juga mencakup pengembangan diri yang dapat disuarakan melalui media sosial sebagai bentuk edukasi publik. Melalui pelaksanaan seminar ini, peran penyuluh diharapkan mampu mendorong pembenahan tidak hanya di lingkungan masyarakat, melainkan juga dalam kehidupan keluarga,” ujarnya.
(Maura Maharani Rizky)





