
BGN pastikan impor food tray dari China untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Sumber. indonesia.go.id
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan impor food tray dari China untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski sempat muncul isu kandungan minyak babi. Kepala BGN, Dadan Hindayana menegaskan impor ini masih diperlukan dan seluruh prosesnya diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Matematika, semester lima, Alifia Intan menuturkan, produksi food tray sebaiknya dilakukan di dalam negeri. Langkah ini dinilai mampu membuka peluang kerja baru sekaligus mendukung perkembangan industri lokal agar lebih mandiri.
“Produk dalam negeri perlu mendapat dukungan bukan semata karena belum optimal, tetapi karena kualitas food tray setara masih belum sepenuhnya dapat diproduksi secara lokal. Dukungan berkelanjutan diharapkan mendorong industri nasional untuk mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan standar yang lebih baik,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester tiga, Muhammad Izzy Rohman mengatakan, penggunaan food tray impor perlu dikaji ulang. Langkah ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan dalam negeri.
“Pemanfaatan produk lokal belum berjalan efektif, sehingga peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus dioptimalkan lebih dahulu. Dengan demikian, perekonomian nasional dapat semakin berkembang dan kemandirian industri dalam negeri semakin kuat,” ucapnya.
(Nadine Fadila Azka)




