
Harga beras mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional. Sumber. infopublik.id
Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp15 ribu per kilogram. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi menambah beban ekonomi rumah tangga. Kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor pasokan yang terbatas menjelang musim paceklik.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester sembilan, Haris Rizki Saputra menyampaikan, kenaikan harga beras akhir-akhir ini menambah keresahan masyarakat, terutama bagi kalangan yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Kondisi ini membuat kebutuhan pokok semakin sulit dijangkau dan berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
“Situasi ini juga merugikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya warung nasi yang harus menyesuaikan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan. Penyesuaian harga menjadi dilema, karena di satu sisi harus menjaga daya beli konsumen, sementara di sisi lain beban operasional semakin meningkat,” ucapnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Manajemen, semester lima, Mahrandi Adli Syawa mengungkapkan, pemerintah perlu segera merealisasikan program swasembada pangan sebagaimana dijanjikan Presiden RI. Program ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional sekaligus mencegah terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Upaya ini juga menjadi langkah strategis agar masyarakat berpendapatan rendah tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga. Selain itu, keberlanjutan swasembada pangan diyakini mampu memberikan kepastian bagi petani sehingga mereka terhindar dari kerugian,” ungkapnya.
(Nayla Putri Kamila)





