
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Ali Larijani, penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran. Sumber. wartabuana.com
Rusia dan Iran memperkuat koordinasi strategis di tengah tekanan internasional terkait program nuklir Teheran. Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Ali Larijani, penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran, untuk menyatukan sikap menghadapi sorotan global. Langkah ini mencerminkan upaya kedua negara dalam mempertegas posisi mereka di tengah ketegangan geopolitik.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), semester enam, Hasanah Prajabatwati Danial Putri menyampaikan, nuklir boleh dimanfaatkan selama bertujuan damai, seperti untuk listrik, pengobatan, dan riset ilmiah, dengan catatan harus dalam pengawasan lembaga internasional agar tidak disalahgunakan.
“Mahasiswa juga berperan penting dalam memahami isu geopolitik dan nuklir melalui webinar, literasi berita, dan organisasi kampus. Isu nuklir bisa membawa perdamaian atau konflik, tergantung cara penyampaian. Karena itu, pendidikan tentang geopolitik dan keamanan global menjadi krusial agar generasi muda memahami posisi Indonesia dalam kancah internasional,” ujarnya.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), semester enam, Althaaf Artasasmita mengatakan, nuklir tetap dapat dimanfaatkan untuk kemanusiaan dan perdamaian selama berada dalam pengawasan lembaga internasional. Untuk itu, literasi geopolitik penting ditingkatkan, salah satunya melalui berita internasional yang kredibel dan diskusi kritis di lingkungan kampus maupun digital.
“Dengan populasi muda yang besar, Indonesia memiliki potensi melahirkan generasi pemimpin masa depan. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi ini perlu memiliki kesadaran geopolitik yang kuat. Hal ini sangat penting agar mereka mampu menjaga kedaulatan dan kepentingan bangsa secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
(Nadine Fadila Azka)