Pendidikan Kimia, semester empat, Anggun Julia mengungkapkan, kebaya berkontribusi pada ekonomi kreatif dan mendukung Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) lokal melalui beberapa cara, mulai dari kain batik hingga aksesoris lainnya. Kebaya sebagai simbol budaya dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan dan menciptakan peluang usaha bagi pengrajin lokal.
“Pemerintah mesti berupaya guna menjadikan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO yang dapat memperkuat identitas, upaya ini juga akan meningkatkan daya tarik wisata dan meningkatkan perekonomian lokal. Kebaya adalah pakaian sehari-hari perempuan di era dahulu dan mencerminkan ciri khas masyarakat Indonesia. Kebaya berfungsi sebagai titik awal kebangkitan perempuan dalam berbusana dengan melambangkan identitas, keanggunan, dan kekuatan,” jelasnya.
Dirinya berharap, Hari Kebaya Nasional ini dapat menjadi simbol budaya, dimana kebaya akan mendorong perempuan untuk merayakan warisan mereka dan berpartisipasi dalam gerakan pemberdayaan. Kini, kebaya menjadi pilihan fashion yang modern, serta memungkinkan perempuan untuk mengekspresikan diri seiring tetap menghormati tradisi.Pada Rabu (25/7), diperingatinya Hari Kebaya Nasional sebagai titik awal kebangkitan perempuan Indonesia. Kebaya juga dijadikan sebagai simbol dari jati diri perempuan Indonesia. Peringatan ini mendapat banyak antusias dan kepedulian dari masyarakat Indonesia yang turut aktif dan masif dalam melestarikan budaya berbusana kebaya. Kebaya tidak hanya sekadar busana tradisional, tetapi juga menciptakan perilaku dan menunjukkan keselarasan dalam masyarakat.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), program studi (prodi) Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester dua, Osha Nabila menanggapi, banyaknya kolaborasi-kolaborasi desainer di era saat ini menjadikan kebaya lebih banyak menarik perhatian individu, serta membawa kesan yang tidak monoton. Kebaya merupakan cerminan dari budaya Indonesia yang memadukan berbagai variasi, desain, dan motif dari berbagai daerah.
“Pelestarian budaya dapat dimulai dengan diterapkannya kebaya pada kehidupan sehari-hari, seperti pada hari-hari besar, acara yang bersifat formal, dan upacara adat. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya dalam melestarikan kebaya di lingkup masyarakat luas sangat diperlukan. Generasi muda harus memperkenalkan kebaya kepada dunia luar, terutama perempuan diharapkan untuk lebih menonjolkan budaya Indonesia sendiri,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang kebaya dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, penggunaan teknik inovatif seperti fabric manipulation dapat memperkaya estetika kebaya dan menjadikannya lebih relevan dengan generasi muda. Harapannya, semoga budaya tetap selalu dilestarikan tanpa menghilangkan nilai etikanya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), prodi Pe
(Gisska Putri Hidayat)




